• gmailyosepsofyan309@gmail.com

Perjalanan Mendaki Gunung Papandayan dari Bandung | Tepbadrol.com

perjalanan mendaki gunung papandayan dari bandung

Perjalanan mendaki Gunung Papandayan dari Bandung

Thanks For Sharing

Tepbadrol.com | Bagi sobat yang memiliki hobi mendaki gunung, mendengar Gunung Papandayan pasti sudah tidak asing lagi. Gunung ini memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Gunung Papandayan terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebelah tenggara Kota Bandung.

Ohh iya ini adalah tulisan tentang saya dan kawan sekelas saat melakukan perjalanan Mendaki Gunung papandayan dari bandung.

Baca Juga : Orchid Forest Cikole Lembang

 

Awal Cerita

Kenapa kami memutuskan untuk pergi mendaki. Karena pada saat itu kami baru selesai melaksanakan Ujian semester, tepatnya pada tanggal 20 April 2015. Sebagai mahasiswa yang baru menyelesaikan ujian semester pasti membutuhkan liburan. 

Yang kebetulan juga ada sebagian siswa di kelas saya menyukai hobi mendaki gunung dan sudah berpengalaman, akhirya kami sekelas sepakat untuk merencanakan melakukan pendakian ke gunung. Kami sepakat untuk melakukan pendakian pada tanggal 24 April 2015. 

Adapun alasan lain kenapa kami memilih Gunung papandayan untuk di daki ?

Yaitu karena menurut Mbah Google jaraknya tidak terlalu jauh dari bandung, jalur pendakiannya landai tidak terlalu ekstream dan sulit, tidak memerlukan waktu lama dalam pendakiannya, bahkan tidak terlalu beresiko jika mengajak kawan kawan yang belum pernah mendaki gunung, cocok banget untuk pendaki pemula. 

Baca Juga : Info 4 Jalur Pendakian ke Gunung Ciremai

Selain itu dibandingkan dengan gunung gunung lainnya yang ada di Garut yaitu gunung Guntur dan Gunung Cikuray, gunung papandayan lebih menarik untuk di kunjungi karena memiliki padang bunga edelweiss yang masuk dalam 4 padang Bunga Edelweis terbaik se Indonesia. 

Dan juga karena di Gunung papandayan terdapat kawah aktif yang indah beserta Hutan Matinya yang menjadi salah satu daya Tarik gunung papandayan.

Perjalanan Dari Bandung pun Dimulai

Kami memulai perjalanan dari Kota Bandung lebih lengkapnya dari Kosan kami yang berada di daerah Sukasari II, tidak jauh dari Monumen Perjuangan, Unpad, Dipati Ukur. Bagi orang bandung atau yang keluarganya ada yang sekolah di bandung pasti taulah daerah ini.

Dari kosan, kami berangkat pukul 06.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor.
Pukul 07.00 kami sampai di Cileuyi Bandung

Di Cileuyi kami berhenti dulu untuk menunggu rekan kami yang mau ikut bergabung.

 

Cileunyi, Bandung
Singkat cerita, Pukul 09.45 kami sudah tiba di simpang Cisurupan Garut.

Di daerah ini kami sepakat untuk sarapan dulu, sebelum mulai pendakian wajib hukumnya mengisi energi dulu sob. Karena mendaki membutuhkan tenaga yg ekstra. Jangan sampai melakukan pendakian dengan keadaan perut kosong dikhawatirkan bisa pingsan karena kelelahan. 

 

Setelah makan perjalan pun dilanjutkan.

Sesaat sebelum tiba di pos pendaftaran, kita akan melewati gerbang masuk. Nah di gerbang ini akan terlebih dahulu didata, ditanyakan maksud dan tujuan datang ke Gunung Papandayan. 

Apa mau berkemah atau Cuma untuk sekedar berkunjung datang kemudian pulang. Hal ini ditujukan terkait dengan harga tiket masuk yang harus di keluarkan. Kenapa ? Karena harga untuk yang berkemah berbeda dengan harga yang tidak berkemah.

Dulu waktu kami masuk ke Kawasan Gunung papandayan dikenakan tarif Rp. 30.000/orang, sedangkan jika ingin bercamping tarifnya ditambah lagi sebesar Rp. 35.000/orang. Parkir motor Rp. 5.000.

Sejak di kelola oleh pihak swasta konon katanya sekarang biaya masuk untuk berkemping di Papandayan menjadi lebih mahal. 

Namun besaran harganya cukup sebanding dengan fasilitas dan infrastruktur Gunung Papandayan yang menjadi semakin baik.

 

Baca Juga : Tips Memilih Sepatu untuk Mendaki Gunung

Setelah melewati gerbang masuk, kami harus mendaftar lagi di Camp David. Disini  kami hanya perlu menulis semua nama peserta yang ikut. Saat mendaftar di Camp David kami mendapat kertas berisi data semua nama peserta yang di isi tadi. 

Simpanlah kertas tersebut jangan sampai hilang, karena kertas itu sebagai bukti kami telah selesai melakukan pendakian dan harus di serahkan kembali pada saat turun mendaki. Lokasi Camp david berdekatan dengan parkiran motor, mobil yang sangat luas.

Titik Awal Pendakian

Setelah semuanya selesai, kami siap untuk melakukan pendakian dan bersiap untuk menikmati indahnya hutan mati dan hamparan bunga edelweiss.

 

Pukul 11. 20 wib kami memulai pendakian.

 

Dari area parkiran kami menyusuri jalanan yang penuh bebatuan dan di sisi kiri kanannya terdapat pohon cantigi yang rimbun.

Selanjutnya memasuki area kawah aktif, jalanannya cukup terjal penuh bebatuan. Untuk sampai di area kawah membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Di tempat ini kami beristirahat dulu dan menikmati landscape kawah gunung papandayan.

Pukul 12.10 WIB Dari area kawah perjalananpun di lanjutkan. 

Kami menemui jalur yang landai berupa jalanan yang lebar, kemudian turun melewati jalanan setapak hingga menyebrangi sungai kecil yang aliran airnya nampak jernih. 

Setelah itu kami harus melewati jalur yang menanjak hingga bertemu seperti jalanan utama yang luas kemudian dilanjutkan lagi melewati track yang disamping kirinya terdapat jurang.

Pukul 14.00 WIB kami sudah sampai di Pondok Saladah. 

Disini banyak sekali tumbuh bunga Edelweis. Landscape pemandanganannya pun cukup indah. Bagi pendaki yang malas memasak, tidak perlu khawatir untuk kelaparan. Kenapa ? Karena di Pondok Saladah sudah ada Indomaret & Alfamart alias banyak warung warung warga lokal yang berjualan menjajakan makanan. Di pondok saladah juga terdapat banyak sumber mata air.

 

Pukul 16.00 WIB perjalanan dilanjutkan

Melewati track yang landai, rawa, dan beberapa aliran sungai kecil, rencananya kami mau mendirikan tenda di daerah yang tidak jauh dengan puncak. Kemudian mengunjungi tegal alun & hutan matinya pada ke esokan hari. 

Akan tetapi cuaca mulai tak bersahabat di iringi dengan kabut dan turunnya hujan, sehingga menyulitkan perjalanan. Jalanannya yang tak terlihat jelas, karena tertutup oleh kabut menuntun kami pada tempat yang tak di kenal. 

Akhirnya kamipun sepakat menghentikan sementara pendakian. Di tempat yang tak dikenal inilah akhirnya kami mendirikan tenda seadanya, dengan kondisi tanah yang becek karena hujan.

Baca Juga : Jenis – jenis Sepatu untuk Mendaki Gunung

Bukannya semakin membaik, cuaca malah semakin tak bersahabat. Angin kencang disertai hujan terus menerpa tenda kami. Malam hari terasa panjang dilewati, di dalam tendapun posisi tidur kami seadanya. Posisi tidur kami bergantian, kadang tidur sambil duduk dan tidur terlentang dengan kaki di tekuk.

Keesokan harinya kami terbangun, cuacanya masih berkabut jarak pandang yang terlihat hanya sekitar 50 meter dan melihat kondisi tenda kami yang berantakan karena terkena badai semalam. 

Kondisi tenda setelah terkena badai
Sarapan pagi seadanya sob

Hutan Mati, Tegal Alun & Puncak Yang Tinggal Angan

Dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat seperti ini, udara yang dingin dikhawatirkan dari kami ada yang terkena hypothermia. Kami tidak mau ambil resiko, kami sepakat untuk menghentikan pendakian  dan kembali pulang. Nyawa lebih berharga dari sekedar puncak. 

Menikmati indahnya Hutan Mati, Tegal Alun dan puncak Gunung papandayan hanya tinggal angan. Semoga kami bisa mengunjunginya lagi di lain kesempatan, pastinya dengan persiapan yang matang.

sebelum pulang foto dulu sob
Walaupun gak nyampe puncak yang penting pulang dengan selamat hehe
Sistem Informasi 7 - UNIKOM

Demikian cerita singkat Perjalanan Mendaki Gunung papandayan dari bandung. Kurang lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya dan semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi sobat sobat yang mau melakukan Perjalanan Mendaki Gunung papandayan dari bandung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar, like & share ya..

Baca Juga : Jalur Pendakian Gunung Ciremai Untuk Pemula

 

Bonus :


Thanks For Sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *